Friday, January 16, 2009

Lomba Penerjemahan Bahtera, Jan 09 - Ulasan 4

Ulasan 4 : Terjemahan bagian 2

Bahterawan budiman,

Yuk kita lanjutkan pembahasannya. Saya bukan "kerajinan" lho, tapi memang senang mengerjakan ini, menulis ulasan seperti ini. Kebetulan juga hari ini sudah tidak ada pekerjaan. Nanti malam dan 2 hari besok, nah bakalan sibuk karena harus menyunting terjemahan 8500an kata, yang dialokasikan waktu 9 jam oleh klien. Oke, yuk kita mulai...


Look back and Thank God
Look forward and Trust God
Look around and Serve God
Look within and Find God

Yang menarik perhatian saya di sini adalah mengapa ada empat kata yang ditulis dengan diawali huruf kapital? Dugaan saya, penulisnya ingin menegaskan keempat kata itu – Thank, Trust, Serve, dan Find. Gejala ini – menuliskan kata yang dianggap penting dengan mengawalinya dengan huruf kapital – cukup sering kita jumpai, padahal, cara penulisan ini tidak mematuhi EYD karena menyisipkan kata berawal huruf kapital di tengah kalimat.

Menurut Prof Adjat Sakri (alm), mentor saya yang sangat saya kagumi, gejala meng-kapital-kan huruf awal kata atau frase yang dianggap penting pernah sangat parah di masa Orde Baru. Contohnya: Pancasila diperlukan untuk Membangun Bangsa agar Indonesia menjadi bangsa yang Dihormati bangsa-bangsa lain.

Kadang-kadang, penggunaan kata berawal huruf kapital di tengah kalimat begitu boros sehingga tampilan naskah menjadi “renjul.” Mana kata yang penting juga jadi tidak jelas akibat begitu banyaknya kata yang ditonjolkan. Pak Adjat itu dosen Jurusan Seni Rupa ITB, jadi tentu sangat peduli dengan keindahan, dalam hal ini tampilan naskah.

Sebetulnya, ada beberapa cara lain untuk menegaskan atau menekankan kata atau frase dalam suatu kalimat, antara lain dengan menebalkan atau memiringkan huruf, atau menempatkannya dalam tanda petik. Dan, jika warna bisa ditampilkan, kata atau frase itu bisa ditulis dengan huruf berwarna atau disorot dengan warna.

Nah, bagaimana peserta lomba menerjemahkan “puisi” di atas? Amat banyak versinya, tetapi cukup banyak yang “hanya” menerjemahkan apa adanya, kurang “menggigit.” Contoh terjemahan yang menurut saya biasa-biasa saja adalah:

Pandanglah ke belakang dan bersyukurlah kepada Tuhan
Pandanglah ke depan dan percayalah kepada Tuhan
Pandanglah ke sekelililing dan layanilah Tuhan
Pandangkan ke dalam dan temukan Tuhan

Tidak ada yang salah dalam terjemahan ini, tetapi terlalu harfiah dan “sederhana”, bukan? Memandang ke belakang atau ke depan itu memandang ke arah mana? Akan lebih bermakna jika kedua arah itu diterjemahkan, misalnya, menjadi Pandanglah masa lalu (atau hari kemarin), dan Pandanglah masa depan (atau hari esok). Versi yang agak “kaya” ini digunakan oleh sejumlah peserta. Bravo!

Yang unik, Yahyo Wiyono menggunakan kata “mewawaslah,” selaras dengan judul yang dipilihnya, Empat Wawasan Terberkati. Tetapi, jika disimak lebih cermat lema “wawas” dalam KBBI, menurut saya, lebih pas jika digunakan kata “wawaslah” alih-alih “mewawaslah” sebagai padanan “look.”

Selanjutnya, ada yang menerjemahkan “Look around and serve God” menjadi “Tataplah orang-orang di sekelilingmu…” (Sofia Sari) dan Lihat sekelilingmu dan kasihilah/layanilah/bantu sesama (aRy, Susan, Franz). Menurut saya, mungkin lebih tepat jika pandangan ke sekeliling atau ke sekitar itu tidak dibatasi pada memandang orang, tetapi memandang makhluk hidup lain, termasuk memandang lingkungan. Tuhan pasti senang jika hamba-Nya melayani-Nya dengan melestarikan bumi dan lingkungan, bukan merusaknya!

“Look within” juga, menurut saya, terlalu harfiah jika sekadar diterjemahkan menjadi “Pandanglah ke dalam.” Ke dalam apa? Sejumlah peserta menambahkan kata lain sehingga terjemahannya menjadi lebih bermakna (menurut saya):

… ke dalam hati (Sofia Sari, Susan, Angela, Syaranina, Eko)
... ke lubuk hati (Indraswari, Woro, Preti)
… ke dalam jiwa (Ran Ran, Stefanus)
… ke sanubari (Dina)
… ke dalam diri (Sylvia, Firman, tim, Yovita, Ezmieralda, rien, Lia, Baskara, Habibah, Fenty)

Baiklah, berikut ini saya sajikan beberapa versi terjemahan puisi ini; ada yang hanya saya sajikan satu baris saja untuk menunjukkan penggunaan kata lain selain keempat kata “sederhana” di atas, tetapi ada juga yang saya sajikan lengkap keempat baitnya karena merupakan kesatuan yang utuh.

Look forward and Trust God

Pandanglah ke depan dan berserahlah pada Tuhan (Nikolas)
Tataplah masa depan dan Percayakan Langkahmu kepada Tuhan (Eko)
Lihat ke depan dan Imani Tuhan (Sutarto Mohammad)
Pandanglah ke depan dan bersandarlah kepada Tuhan (Rukiah Tio)
Tatap ke depan, and ikhlaskan semua kepada Allah (Sofia Sari)
Tengoklah ke depan dan berimanlah kepada Tuhan (Allah SWT) (Krisnowati)


Look around and Serve God

Lihat sekeliling dan  berserah kepada Tuhan (Syaranina)
Pandanglah ke sekelilingmu dan Mengabdilah kepada Tuhan (Angela, Preti)
Lihatlah ke sekelilingmu dan berbaktilah pada Tuhan (Iim, Lia)
Pandanglah ke luar dan patuhilah Tuhan (Ruri)
Pandanglah ke sekitar dan Berkaryalah untuk Tuhan (Valentina)
Lihat sekeliling dan bantu Tuhan untuk bantu sesama (Franz Widjojo)
Tataplah orang-orang disekelilingmu dan layanilah AllahMu (Sofia Sari)
Tengoklah ke sekeliling dan bertakwalah kepada Tuhan (Allah SWT) (Yayuk, Krisnowati)


Look within and Find God

Lihatlah ke lubuk hati dan temukan Tuhan (Indraswari)
Lihat dalam diri dan hadirlah Ilahi (Habibah)
Rasakan dan Temukan kuasanya (Adhi)
Tengoklah ke dalam dan mohonlah kepada Tuhan (Allah SWT) (Krisnowati)


Dina
Merenung masa lalu, dan Bersyukur kepada-Nya
Memandang ke depan, dan Berserah diri kepada-Nya
Memperhatikan sekeliling, dan Berbakti kepada-Nya
Melongok ke sanubari, dan Menemukan-Nya

Baskara
Menoleh ke belakang, bersyukur kepada-Nya
Menatap ke depan, berserah kepada-Nya
Menyimak ke sekitar, bersahaya kepada-Nya
Menilik ke diri, bersapa kepada-Nya

tim
Memandang kemarin dan mensyukuri Allah
Memandang ke depan dan mengandali Allah
Memandang sekeliling dan menghambai Allah
Memandangi diri dan menemui Allah

aRy
Tetap bersyukur atas apapun yang  telah terjadi  
Berpeganglah pada-Nya dalam menembus masa depan
Lihat sekelilingmu dan kasihilah sesama
Lihatlah kedalam hatimu dan temukan Dia di sana

Susan Kumaat
Lihatlah ke belakang dan Berterima kasihlah  kepada Tuhan atas semua berkat Nya
Lihatlah ke depan dan Percayalah akan penyertaan Tuhan dalam hidup Anda
Lihatlah  ke sekeliling Anda dan Layanilah  sesamamu untuk kemuliaan Tuhan
Lihatlah ke dalam hati Anda dan TemukanlahTuhan

Ran Ran
Lihat ke belakang, bersyukurlah kepada Allah
Lihat ke depan, berimanlah kepada Allah
Lihat ke sekeliling, berjuanglah di jalan Allah
Lihat ke dalam jiwamu, temukan Allah

Lulu Rahman
di belakangmu, yang ada rasa syukur
di depanmu, yang ada harapan
di sekelilingmu, yang ada semangat
di dalammu, yang ada Tuhan



Lomba Penerjemahan Bahtera, Jan 09 - Ulasan 3

Ulasan 3 : Terjemahan bagian 1

Bahterawan budiman,

Sekarang mari kita ulas setiap penggal naskah yang diterjemahkan dan hasil terjemahannya. Saya sama sekali tidak bermaksud sok pintar atau menggurui, melainkan sekadar menyampaikan ulasan sebagai masukan saja. Mungkin saja pendapat saya ini “salah” menurut mereka yang lebih sering menggeluti naskah bergaya puitis seperti ini. Ya, maaf saja deh kalau begitu! Hehehe…


Hi Friends


Ada sejumlah peserta yang tidak menerjemahkan salam sapaan ini sehingga nilainya berkurang 1 poin. Tetapi, peserta lomba umumnya menerjemahkan sapaan ini dengan Hai Teman (ada yang mempertahankan gaya huruf besar, ada yang lebih wajar dengan menggunakan huruf kecil pada Friends). Ada juga yang menggunakan bentuk jamak teman-teman, dan ada pula yang berimprovisasi menyertakan perasaannya, yang menurut saya bagus. Tetapi sayang, tidak ada yang menerjemahkannya sesuai dengan harapan saya, yakni sapaan favorit saya, Bahterawan budiman... padahal, bukankah terjemahan ini disampaikan dalam milis Bahtera?

Versi lain dari “hai” adalah wahai, hei, halo, sementara versi lain dari “teman” adalah sobat, sahabat, kawan.

Beberapa terjemahan yang agak lain adalah:

Halo teman-teman sekalian
Halo sobat sekalian
Teman-teman sekalian
Sahabatku
Temans (Henki Rianto)
Kawan-kawan yang budiman (Farah)
Apa kabar kawan? (Rien Wahyuni)
Teman-temanku terkasih (Sofia Sari)
Hi, rekan yang beriman (Adhi)


Today is  the 5th day of 2009, here's something to inspire all of us, titled " THE FOUR BLESSED LOOKS"

Yang pertama, menurut saya, kalimat ini tidak memenuhi kaidah tata bahasa karena kehilangan kata perangkai antara 2009 dan here’s. Selain itu, tanda titik sebagai penuntas kalimat juga hilang. Dua kesalahan ini pada umumnya dibiarkan oleh peserta lomba, tetapi ada juga beberapa orang yang menyiasati kalimat ini sehingga menghasilkan terjemahan yang bukan saja wajar, tetapi sekaligus memenuhi kaidah tata bahasa.

Yang kedua, kata “inspire” ternyata menghasilkan beberapa terjemahan. Ungkapan menginspirasi, memberikan inspirasi, petikan inspirasi, sebagaimana yang sudah diduga, menjadi pilihan sebagian besar peserta, selain cukup banyak juga yang menggunakan kata ilham dan mengilhami. Kata atau frase lain yang ditambahkan, yang menurut saya memperindah kalimat ini adalah: rangkaian kata mutiara (Arif), renungan (Henki, Indraswari, Lia), secuil persembahan hikmah (tim)…


THE FOUR BLESSED LOOKS

Wah, terjemahan judul ini juga seru!

Penggunaan angka 4 di awal judul ini, menurut saya kurang pas, selain juga menyalahi aturan EYD. Tapi, mungkin sah-sah saja dalam judul puisi? Begitukah? Menurut saya, lebih baik dieja saja seperti judul aslinya.

Terjemahan yang paling banyak versinya adalah “Pandangan yang penuh berkah” atau “Pandangan yang diberkahi.” Menarik untuk disimak penggunaan kata “berkah” dan “berkat.” Menurut dugaan saya, penganut Islam cenderung menggunakan kata “berkah,” sementara penganut Nasrani cenderung menggunakan kata “berkat.”

Selain kata “pandangan,” yang menurut saya paling pas, terdapat juga kata lihat, penglihatan, tatapan, tengok, tengokan, tengok-tengok.

Yang mengejutkan saya, ada juga yang menerjemahkannya menjadi “penampakan”! yang dalam benak saya langsung berkonotasi dengan penampakan makhluk halus...

Beberapa terjemahan judul yang lain daripada yang lain adalah:

Empat Penjuru Penuh Berkah (Lulu Rahman)
Empat Anugerah Melihat (Abdul Mukhid)
Empat Anugerah Penglihatan (Indraswari)
Empat Persona (sic) Karunia (Dina S)
Empat Renungan yang Diberkati (Lia Adhiyani)
Empat Aspek yang Mendatangkan Kebaikan (Yayuk Sasmitaningsih)
Empat Kunci Kebahagiaan (aRy)
Restu di Empat Penjuru (Baskara Surya)
4 Pandangan yang Membahagiakan (Christine Elizabeth Suryani)
Empat Wawasan Terberkati (Yahyo Wiyono)
Empat Langkah Hidup Berkah (Farah)
Empat Melihat yang Diridhoi (Henki Rianto)
Empat Arahan yang Memberkati (Maya Andriawan)
Empat Pandangan Kesucian (Adisti Herliningtyas)
Empat Penampakan yang Diberkahi (Krisnowati)

Dan dua yang sangat unik:
Tengok-Tengok Berhadiah (Sima Gunawan)
Papali Pandang Papat (tebak siapaaaaa????)

Lomba Penerjemahan Bahtera, Jan 09 - Ulasan 2

Ulasan 2 : Patokan penilaian

Bahterawan budiman,

Perlu diketahui, ada sejumlah hal penting yang dinilai dan menentukan jumlah poin plus dan minus pada hasil terjemahan.

1.    Kelengkapan – tidak boleh ada bagian yang tidak diterjemahkan, dan sebaliknya, tidak boleh ada tambahan yang tidak perlu, misalnya mencantumkan kata berbahasa Inggris yang menjadi sumber naskah. Untuk apa? Tetapi, tambahan kata yang memperindah terjemahan tentu saja diizinkan. Untuk diketahui, naskah soal dimulai dari Hi Friends, dan berakhir dengan Happy New Year 2009. Penghilangan atau penambahan kata atau frase yang tidak perlu dapat mengurangi nilai. Beberapa peserta yang terjemahannya baik terpaksa berkurang nilainya gara-gara ada bagian naskah yang hilang ini… sayang sekali!

2.    Kecermatan berbahasa – sampai batas tertentu (gaya huruf kecil, huruf besar, atau huruf miring diperbolehkan), pedoman EYD harus dipatuhi, misalnya menuliskan kelima atau ke-5 (bukan ke 5 atau ke lima), ke depan (bukan kedepan), diberkati (bukan di berkati), kepada-Nya (bukan kepadaNya), harimu (bukan hari mu), berterimakasihlah (bukan berterima kasihlah). Ada peserta yang sangat ceroboh dalam hal EYD ini sehingga nilainya berkurang banyak. Saya juga sedih sekali melakukan pengurangan nilai ini!

3.    Daya cipta – pilihan kata dan frase berperan besar untuk menghasilkan terjemahan yang bukan saja berhasil menyampaikan pesan si penulis, melainkan juga indah dan menggugah perasaan pembaca (dalam hal ini saya, sebagai penilai). Yang paling besar bobot nilainya adalah terjemahan keempat “look at” dan tentu saja nama-nama hari, baik yang dipelesetkan ataupun yang disusun bersajak indah, sesuai dengan nama hari dalam BI.

Dari patokan penilaian ini, untuk sementara, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Nilai 80-92 : 15 orang
Nilai 70-79 : 26 orang
Nilai 60-69 : 13 orang
Nilai 54-59 :  2 orang

Hasil ini masih belum final karena saya merasa masih harus mencermati lagi terjemahan yang masuk nominasi pemenang karena ada terjemahan yang di satu aspek bagus, di aspek lain kurang “menggigit.” Ini membuktikan tidak ada terjemahan yang betul-betul “sempurna” ya?

Lomba Penerjemahan Bahtera, Jan 09 - Ulasan 1

Ulasan 1: Pengantar

Bahterawan budiman,

Kurang meriah rasanya kalau saya hanya sekadar mengumumkan 1-2 orang pemenang dari 56 orang Bahterawan yang mengikuti lomba ini, ditambah 1 orang yang terlambat (maaf ya Eva, tidak bisa diikutkan ke ulasan, tapi terima kasih karena sudah mengirimkan terjemahannya). Karena itulah, sebelum mengumumkan siapa pemenang Lomba Penerjemahan Bahtera, Januari 2009 ini, saya ingin menyampaikan ulasan, yang akan dikirimkan dalam beberapa tahap agar Bahterawan tidak capek membacanya.

Awal mula gagasan lomba ini muncul ketika saya mendapatkan teks ini dari seorang teman lewat email, dan begitu membacanya, selain merenungkan isinya yang begitu indah, saya juga berpikir betapa sulitnya memelesetkan nama-nama hari dalam bahasa Indonesia. Kemudian, langsung tercetus gagasan untuk menggali kemampuan anggota Bahtera untuk menerjemahkan teks yang gampang-gampang sulit ini. Dan sungguh saya senang sekali karena lomba pertama ini, yang disambut hangat para moderator yang memberikan izin pemuatannya, berhasil mengeluarkan begitu banyak pengintip, pengintai, lurker dari lubang persembunyiannya masing-masing, yakni Bahterawan yang namanya belum pernah atau jarang sekali muncul di milis. Terima kasih sekali lagi atas partisipasi Anda semua!

Berikutnya, di bawah ini saya kerat-tempelkan komentar dan alasan para peserta mengikuti lomba. Lucu-lucu deh!

Nikolas Triwardana
saya juga mau ikutan menjajal keberuntungan berburu flash disk...=)

rien wahyuni
saya rina, mau ikutan coba-coba menerjemah hehe..(baru belajar bu...)

Susan Kumaat
Ikut meramaikan acara ini - mudah-mudahan masuk 10 besar - hahahaha terlalu optimis nich....
Senang ada kontes - jadi seru dan saya suka makna dari teks yang dilombakan.

Nani Iwan
saya 'memberanikan' diri ikut berpartisipasi dalam lomba yang Ibu gagas.

Abdul Mukhid
Saya tertantang ikut lomba terjemahan dari ibu.

Syaranina Syemmy
Sebenarnya dari kemarin mau dikirim tapi gak PEDE

Ezmieralda Melissa
hasil penerjemahan saya belum pernah mendapatkan kritik dari penerjemah yang sudah berpengalaman

Valentina Utari
tersentuh dengan tulisan tersebut sehingga saya ingin membagikannya kepada yang lain dalam versi Bahasa Indonesia

Ran Ran
Bagian tersulit adalah menerjemahkan hari-harinya

Firman
Saya juga pengintai setia

Baskara Surya
memberanikan diri untuk ikut dalam lomba terjemahan di Bahtera… saya pemerhati milis Bahtera, namun sangat tergugah untuk berperan-serta dalam penerjemahan.

James Pantou
moga-moga lurker yang mungkin udah dua tahunan lebih ga sumbang suara sumbang apapun di milis Bahtera diperkenankan ikut serta walau hanya untuk memeriahkan saja.

Rukiah Tio
Saya mencoba menerjemahkan, bukan untuk menang (menjadi yang terbaik), juga bukan demi hadiahnya. Saya hanya tertantang untuk menerjemahkan karena:
....memerlukan daya cipta dan cita rasa tinggi untuk dapat menghasilkan terjemahan yang "benar" dan "tepat," sekaligus "indah."

Krisnowati
Kesertaan saya hanya sekedar meramaikan penerjemahan di luar bidang saya

Teguh Priyanto
Tolong jangan diketawain ya, soalnya saya masih pemula

Yahyo Wiyono
Siapa tahu bisa jadi pemenang :)

Fenty Yustini
buat saya yang penting koreksi-nya biar saya tau kesalahan saya..tapi ga nolak juga kalo dapet flash disk..

Sofia Sari
ikutan lomba untuk meramaikan

Iim Rogayah
saya mau belajar ikut lomba ya

Teguh Irawan
Semoga bisa ikut membuat Ibu senang meskipun jelek, hehehe..

Lustatin Soeprawoto
ini lomba yang menarik dan menantang




Lomba Penerjemahan Bahtera, Jan 09 - Pengumuman

5 Januari 2009

 

Bahterawan budiman,

ulang tahun ke-12 Bahtera masih lama, masih 6 bulan lagi, tapiiii...
saya sedang berbaik hati niy... :) ... dan ingin menantang Anda untuk
mengikuti lomba penerjemahan a la Bahtera.

silakan terjemahkan teks di bawah ini, yang menurut saya memerlukan
daya cipta dan cita rasa tinggi untuk dapat menghasilkan terjemahan
yang "benar" dan "tepat," sekaligus "indah."

hadiahnya sebuah flash disc mungil yang warnanya akan disesuaikan
dengan jantina Anda!  :)  dan kalau bisa akan ditatah dengan nama
BAHTERA (di manaaa ya di Bandung ada tukang gravir?  ada yang tau?)


ketentuan lomba:

01. terjemahan dikirimkan HANYA LEWAT JAPRI ke alamat email saya
(sofiamansoor at gmail dot com)

02. terjemahan yang dikirimkan ke milis akan dianulir dan tidak akan
diikutsertakan dalam lomba

03. terjemahan bebas

04. jurinya cuma saya seorang (kalau pun ada juri "bayangan," itu
rahasia dan hak prerogatif saya sebagai penyedia hadiah - huahahaha)

05. tenggat: KAMIS 8 Januari 2009 jam 20.00 WIB atau ketika saya
mematikan komputer pada hari itu -- bisa jam 22.00 bisa juga jam 02.00
keesokan harinya, tergantung pada apakah saya mengalami insomnia atau
tidak pada malam itu

06. lomba ini boleh diikuti semua Bahterawan, baik yang berpredikat
moderator ataupun bukan, baik yang sudah 11 tahun 6 bulan menjadi
anggota Bahtera maupun yang baru semenit menjelang tenggat, baik yang
tinggal di dalam negeri ataupun di mancanegara

07. tidak ada surat-menyurat, baik lewat sms, email, maupun FaceBook,
apalagi lewat pos ke Ciumbuleuit

08. keputusan juri berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

09. nama satu orang pemenang akan diumumkan secepat-cepatnya Jumat 9
Januari 2009, selambat-lambatnya Senin 12 Januari 2009

selamat mengikuti lomba!

salam,
sofia a.k.a. NiFi a.k.a. dewini

================================

Hi  Friends,

Today is  the 5th day of 2009, here's something to inspire all of us,
titled " THE FOUR BLESSED LOOKS"

Look back and Thank God
Look forward and Trust God
Look around and Serve God
Look within and Find God

Without God, our week is: Sinday, Mournday, Tearsday, Wasteday,
Thirstday, Fightday and Shatterday. So allow Him to be with you every
day!

Have a blessed day! Keep your chin up and rest your problem in God's Hands.

Happy New Year 2009! 

Wednesday, April 2, 2008

OBITUARI - Prof. Dr. Ir. Otto Soemarwoto yang saya kenal

OBITUARI
Mengenang Prof. Dr. Ir. Otto Soemarwoto
19 Februari 1926 – 1 April 2008

Tentu banyak sekali orang yang mengenal Pak Otto sebagai pakar lingkungan. Kepiawaiannya dalam menegakkan cinta lingkungan mengundang sejumlah gelar lain, seperti Begawan Lingkungan (Pikiran Rakyat) dan Pendekar Lingkungan (Sindo). Saya termasuk “kenal” dengan Pak Otto, meskipun Pak Otto sendiri besar kemungkinan tidak mengenal saya.

Saya bertemu, berkenalan, dan dibantu oleh beliau hampir 19 tahun yang lalu di bandara Narita, Juni 1989, saat kami bersama-sama satu pesawat dengan JAL dalam perjalanan ke AS. Ketika turun di Narita pada pagi hari untuk berisitrahat di Hotel Nikko menjelang penerbangan lanjutan di sore harinya, saya menghampiri beliau yang tentu saja saya kenal wajahnya yang sering muncul di media massa.

Saya memperkenalkan diri sebagai Kepala Bagian Penyuntingan di Penerbit ITB. Beliau segera menyambut salam perkenalan saya dengan hangat. Dan, karena itu adalah kali pertama saya berada di Narita dan masih celingukan, dengan sangat ramah beliau menemani saya mengurus pendaftaran untuk mendapatkan kamar di Hotel Nikko.

Selama perjalanan singkat dengan bis menuju hotel, kami terus bercakap-cakap. Saya sudah lupa apa persisnya yang kami percakapkan, tapi tidak jauh dari soal penerbitan buku dan lingkungan serta orang-orang yang sama-sama kami kenal dari kedua dunia tersebut. Yang saya ingat, saya terkagum-kagum mendengar obrolan beliau dan merasa beruntung dapat berkenalan dengan orang sepenting beliau.

Itulah pertemuan singkat saya dengan sang pendekar lingkungan karena pada sore harinya kami terbang dengan pesawat yang berbeda; saya menuju San Francisco, sementara Pak Otto ke Seattle.

Kesan yang masih saya ingat sampai sekarang tidak jauh berbeda dengan kesan yang dikemukakan para wartawan di media massa – ramah, pintar, bersahaja.

Selamat jalan Pak Otto, terima kasih atas kesempatan singkat untuk mengenalmu, semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya. Amin ya robbal alamin!

Wednesday, March 19, 2008

Kerusuhan JSers Bandung 11 Maret 2008

Semuanya dimulai dengan email Aisa ke beberapa orang JSers Bandung awal Maret, biasaaa, ngomporin agar kita kumpul untuk menjajal Warung Sambel di Jl. Dago. 

Tapi, kompor ini ditanggapi oleh salah seorang JSr bahwa sambelnya ngga enak, muahal pula. Dari sekian banyak sambel, cuma satu yang enak katanya (sori, lupa lagi yang mana). Yeee, ngapain juga atuh nyobain makanan yang udah jelas gak enak?  Ntar hanjakal lagi dong, seperti waktu JSers Bandung menjajal Rawon Setan Bu Endang di Paskal Square, yang gak ada enak-enaknya sama sekali. Persis seperti review di milis JS baru2 ini.  Hueraaaan, kok laku ya?  Sampe bisa buka cabang di banyak tempat?

Anyway, busway, saya coba ngomporin dengan mengajukan Warung Bali LALAH sebagai alternatif — makanannya juga sama pedes, tapi rasanya bisa diacungi 2 jempol.  Buktinya LALAH dapat pujian dari Lidia Tanod yang bikin reviewnya di milis JS, yang juga mampir ke sana atas komporannya Cindy Ceretch.  Pasti ngga akan meleset lah, wong seleras Lidia suka klop kok ama selera saya.

Eh, ternyata banyak yang setuju, maka disepakatilah kerusuhan JS Bandung kali ini akan berlangsung Selasa 11 Maret jam 7 malam di LALAH, dengan pintong TBD (to be determined) – hehehe, kayak status Ketua PSSI di website FIFA aja neh!

Setelah seminggu pengumuman itu beredar, tercatat belasan JSers Bdg yang akan ikut kerusuhan kali ini, tapi pada Hari-H ternyata yang ngumpul hanya 10 orang: Budi + istri, Sofia, Yohana, Susi, Janti, Sienny, Aisa, Linda Cheang, dan Lily (ditulis berdasarkan urutan kedatangan).

Sienny, Aisa, dan Janti mampir dulu ke Warung Sambel, beli sambel untuk dibawa ke LALAH.  Terang aja pelayan LALAH pada bengong, kok ini rombongan minta piring kosong untuk tempat sambel dari resto laen?  Hihihihi, untung gak disita tuh dua piring sambel yang terdiri atas 6 macam sambel… Sienny, sambel apa aja tuh?  Kenapa 2 piring?  Karena ada yang pedes pisan dan pedes ringan! Harganya Rp32.000 – muahiiil kata Sienny mah.

Dari semua sambel yang ada, buat saya cuma sambel udang yang kepake… yang lain mah biasa2 aja… atau barangkali saya aja yang gak terlalu suka sambel ya?  Tambahin ceritanya ya Sien, Janti, Aisa?

Oke, sekarang review LALAH ya.  Karena saya sudah beberapa kali ke situ, termasuk ngajak ibu-ibu arisan Cipaku yang semuanya puas, dengan mudah bisa minta apke ruang VIP yang terpisah, yang bisa muat sekitar 12-15 orang.

Sambil menunggu JSers yang lain, dan atas perintah Janti lewat sms yang minta dipesenin aja duluan, maka lima orang pendatang pertama pun berembuk.  Mula-mula, dengan gaya JS yang sok mau makan sepiring berdua atau berlima, dan dnegan diwanti-wanti akan pintong, kami memutuskan untuk hanya pesan sedikit saja:

Bebek goreng ½ ekor (Rp25k) – ini untuk membuktikan pujian Lidia
Bebek bakar ½ ekor (Rp25k) – karena saya memang suka bakar2an
Ayam betutu original 2 @ Rp13k – karena saya sudah coba dan terpikat
Lawar, Urap kalas, Tumis jamur bulan masing2 1 porsi @ Rp8k – karena kata Pak BW mesti ada sayurnya biar tetap sehat dan bisa tetap jalan-jalan sambil makan-makan!

Sate lilit ikan 1 porsi isi 5 (Rp15k)
Nasi 6 porsi aja
Mix Juices minta semuanya, 9 gelas dengan aneka rasa @ Rp12k
Air mineral
Air teh tawar

Mula-mula minuman datang satu per satu dan langsung diserbu beramai-ramai, masing2 punya sedotan sendiri.  Ternyata semuanya enak, kecuali yang ada campuran caisim-nya, tapi yang ini justru disukai ama… eh sapa ya? Lily?

Jawaranya adalah Blue Delight, suegeeer banget, tampilannya juga cantik, biru menggoda di dasar gelas, lalu di atasnya putih menawan hati, dan di bagian atasnya ada semburat warna abu-abu, sementara rasa yang dominan adalah rasa sirsak.  Yang juga dipujiken adalah yang namanya Dalmatian karena memang tampilannya putih berbintik-bintik hitam yang berasal dari serpihan Oreo. Yang stroberi dan bluberry memang enak juga, tapi tidak istimewa. Duuh, maapin Janti, bon-nya hilang, jadi gak hafal nama minumannya.

Sambil menunggu makanan datang, Sienny mengeluarkan irisan dodol keranjang yang digoreng pake telur… yummy!  The best dodol keranjang I've ever tasted.  Dodolnya lembuuut, dan manisnya cukup, gak giung seperti dodol yang biasa dijual di toko.  Makacih ya Sien, sebetulnya pingin juga tuh bawa pulang sisanya, tapi udah keduluan Susi… hehehe, next year ya Sien?

Oke, makanan pun mulai berdatangan dan… aduhai!  KURANG BANYAK!!!  Dengan kalap semua menyerbu, dan langsung pesan lagi dan lagi dan lagi dan lagi!  Akhirnya, pesanan ditambah dengan ½ ekor bebek goreng, ½ ekor bebek bakar, 2 ayam betutu, 1 tumis jamur bulan, 1 urap kalas, dan 4 (atau 5 ya?) porsi nasi.

Yang pertama saya coba adalah bebek bakar, maknyuuus!  Dagingnya lembut, bumbunya terasa banget, dan sama sekali tidak pedas menurut lidah saya.  Kata Aisa terlalu manis, tapi Non yang satu ini memang ngga suka kecap, so bisa dianggap biased dong – hehehehe

Bebek gorengnya juga sama, lembut dan berasa sekali bumbunya, warnanya cokelat nan cantik.  Apalagi ayam betutunya, benar2 jauh lebih enak daripada ayam impor bergambar sang kolonel tea.  Warnanya kuning ceria, padahal rasanya puedes bo!  Setiap suwiran dagingnya serasa membelai lidah – duh ini mah nyontek ulasan khas Capt Gatot!

Demikian pula sate lilit ikannya, tetap menggoda karena bumbunya yang khas.  Sayang kami cuma pesan 1 porsi, jadi kayaknya ada yang ngga kebagian ya?  Semua sibuk dengan bebek dan ayam dan sambel dari Warung Sambel.

Oh ya, hampir lupa – sayurannya!  5 porsi semuanya tandas das daaas! Tumis jamur bulannya benar2 lembut menggoda iman!  Lawarnya juga pedas2 enak, tampilannya mirip karedok.  Sementara urap kalasnya, yakni tumis kacang panjang yang dibalut santan kental, jadi jawaranya.  Selintas dalam benak saya ada keraguan, apakah ini kacang panjang dibalut cream cheese?  Untung gak keburu nanya, karena Yohana langsung berkomentar: "enak banget ya santennya!"  oooh, itu teh santen rupanya!  iiih, jadi malu, ketauan gak suka ke dapur!

Oke, sekitar jam 20.30, perut sudah kenyang, tapi kan mesti pintong dong – kan namanya juga anak JS!  Karena warung es krim Ritz yang direview dr Sindhi ngga buka hari Selasa, kami memutuskan untuk pintong keee… Honeymoon Dessert di Ciwalk.

Kami ber-10 masih komplit, milih tempat di lantai atas yang bebas asap rokok.  Ada 5 porsi dessert yang dipesan... yang mirip ronde pesannya 2 porsi karena ternyata ini favorit banyak orang yang sudah pernah ke situ.  Buat saya sendiri yang paling enak adalah bola-bola durian, wuiiiih, heavenly!  Mirip kue moci, tapi ukurannya lebih besar, balutan kuenya yang berwarna hijau muda itu lebih tebal dan lembut, dan daging duriannya benar2 muantapf!  Lain kali mau diulang ah datang ke situuu…

Yang lainnya lumayan enak juga, sayang lupa namanya, tapi tampilannya seperti kolak bersantan putih, ada butiran hitamn seperti caviar (!!) dan potongan apaaa gitu.  Lalu, ada juga "kolak" yang isinya 1 scoop durian dan 1 scoop ketan hitam… yum2 juga… yang kurang enak adalah yang bahannya dari mangga, tapi ya habis juga tuh!

Kami bubar menjelang jam 22.00 dengan janji akan ketemuan lagi bulan depan, menjajal CafĂ© Beirut, arabian food, di dekat rumahku di Setiabudi.  Mau nyoba sisha!  Kan kalo sendiri mah mana berani bo!

Oh ya, kerusakan di LALAH tidak terlalu besar, hanya Rp350k karena ada diskon 15% dengan kartu kredit BCA.  Sambel Rp32k, sementara dessert Rp110k. Total sekitar Rp45k per orang, tapi puas deh, soalnya uenaaak banget!  Dan suasananya itu lho – money can't buy!

Wuih, rasanya sudah gak sabar menunggu kerusuhan Jser Bandung next month…

Foto akan segera diumumkan dalam posting terpisah oleh Janti dan Sienny dan Susi yang sibuk motret!

Salam nikmat,
Sofia a.k.a. NiFi